Skip to main content

Posts

LPSK Sempat Kirimi Johannes Marliem Formulir, tapi Belum Direspons

detiknews - Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengaku sempat menawarkan perlindungan kepada Johannes Marliem, saksi kunci e-KTP, sebelum ditemukan tewas di Los Angeles, Amerika Serikat. LPSK juga sudah mengirim formulir ke Johannes. "Timbul keinginan untuk berkomunikasi dengan yang bersangkutan (Johannes) sehingga dibukalah komunikasi pada akhir Juli lalu. Dia dapat meminta perlindungan ke LPSK jika ingin diberikan perlindungan dan karena ada khawatir ada ancaman," kata Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (15/8/2017). Abdul menjelaskan penawaran pelindungan itu diberikan karena melihat pemberitaan bahwa Johannes disebut sebagai saksi kunci kasus korupsi e-KTP. LPSK lalu berinisiatif menawarkan perlindungan kepada Johannes. "Di media itu dikatakan dia (Johannes) punya alat bukti rekaman keterlibatan sejumlah orang dalam kasus e-KTP dan ketika dibaca oleh kita terus kita ada ras...

Menikah Setelah Menjadi Tetangga Selama 54 Tahun

detiknews - Queensland - Ron dan Pam Sinclair pertama kali bertemu 54 tahun lalu karena bertetangga, dan keduanya sekarang menikah setelah kehilangan pasangan masing-masing. Ronald dan Pam Sinclair baru-baru ini menikah, setelah mereka pertama kali bertemu di usia 20 tahunan, ketika mereka hidup bertetangga di Strathpine di Brisbane (Queensland). "Tidak jauh dari rumah kami ada kebakaran semak, dan Ron datang membantu suami saya ketika itu memadamkan api," kata Pam. "Sejak itu persahabatan kami terjadi, dengan Ron dan istrinya, dan saya sendiri dan suami saya selama bertahun-tahun," lanjut Pam. "Kami melakukan banyak perjalanan bersama-sama, dan anak-anak kami juga tumbuh bersama." Dan kemudian Ron kehilangan istrinya yang meninggal dan demikian juga Pam yang ditinggal oleh suaminya yang meninggal. "Kami tidak bertemu setelah itu selama beberapa lama, dan kemudian di satu hari Ton menelpon saya dan mengajak apakah saya mau meno...

Novel Kecewa Saksi Dipublikasi, Polisi: Kita Sesuai SOP

detiknews - Jakarta - Penyidik senior KPK Novel Baswedan kecewa kepada pihak kepolisian karena menyebarkan nama saksi dalam kasus teror terhadap dirinya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono malah bertanya saksi mana yang dimaksud. "Saksi yang Mana? Saksi ada 56 lebih loh," ucap Argo kepada wartawan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/8/2017). Menurut Argo, kekecewaan Novel adalah hal wajar. Namun Argo menjamin penyelidikan sudah sesuai SOP. "Memiliki rasa kecewa itu hal yang wajar, seseorang kan punya perasaan masing-masing. Yang terpenting kita melakukan sesuai SOP dalam pemeriksaan. Kalau merasa terintimidasi lapor ke LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)," kata Argo. Sebelumnya, seperti dilansir BBC, Novel mengungkapkan. Ia memapar kekecewaan itu dalam siaran pers kepada wartawan. Yakni: 1. Saksi-saksi kunci dipublikasi oleh polisi yang membuat mereka sekarang merasa terancam. 2. Penyidik sebel...

Diancam Trump, Presiden Venezuela Perintahkan Latihan Militer

detiknews - Caracas Presiden Venezuela Nicolas Maduro memerintahkan militernya untuk melakukan latihan nasional pekan ini. Hal ini sebagai respons atas ancaman Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan aksi militer terkait krisis politik di Venezuela. "Saya telah memberikan perintah kepada kapal staf gabungan militer agar memulai persiapan untuk latihan militersipil nasional bagi pertahanan bersenjata terpadu negara Venezuela," ujar Maduro di depan ribuan pendukungnya di ibu kota Caracas seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (15/8/2017). Dikatakannya, latihan militer nasional tersebut akan berlangsung pada 26 dan 27 Agustus mendatang. Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan opsi militer sebagai respons atas krisis politik di Venezuela. Trump menyebut situasi di Venezuela sebagai "kekacauan yang sangat berbahaya." "Kita punya banyak opsi untuk Venezuela, termasuk kemungkinan opsi militer jika diperlukan," ...

Usai Revisi 5 Kali, Acho dan Green Pramuka Sepakat Damai

detiknews - Setelah dilakukan revisi 5 kali atas draf kesepakatan, akhirnya kedua pihak, komika Muhadkly MT alias Acho dan pengelola Apartemen Green Pramuka, sepakat berdamai. Keduanya telah menandatangani nota kesepakatan berdamai dan akan mencabut laporan di Polda Metro Jaya. Kesepakatan itu terjadi di kawasan Mega Kuningan sekitar pukul 17.35 WIB setelah pihak Acho menggelar konferensi pers terkait dengan kesepakatan kedua pihak. Kemudian, di tengah konferensi pers, kuasa hukum Apartemen Green Pramuka menghubungi pihak Acho untuk melakukan tindak lanjut kesepakatan. Muhadkly Acho di Kejari Jakpus.  Akhirnya kesempatan di antara keduanya muncul setelah tanda tangan kedua pihak menyepakati sebelas poin. Acho dan pihak apartemen Green Pramuka sepakat mencabut laporan di Polda besok. "Ya secara formil akan dilakukan besok pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya. Sudah oke, deal dan besok akan dilakukan," kata kuasa hukum Apartemen Green Pramuka City (GPC), Muhamad ...

Remaja China Tewas di Pusat Pengobatan Kecanduan Internet

detiknews - Sejumlah kamp pelatihan untuk kecanduan internet di cina menerapkan disiplin ala milter dalam menangani pasien. Kematian seorang remaja di China beberapa hari setelah dia dikirim ke pusat perawatan kecanduan internet, memicu lagi kontroversi tentang keberadaan lembaga ini. Sejumlah laporan menyebut, direktur dan sejumlah staf lembaga ini ditahan polisi, setelah ditemukan berbagai luka pada pemuda 18 tahun yang tewas itu. Peristiwanya terjadi awal Agustus di Provinsi Anhui di China timur. Beberapa waktu terakhir, bermunculan sejumlah kamp pelatihan di China yang bertujuan untuk mengobati kecanduan internet dan game online. Namun sebagian di antaranya mendapat sorotan karena menerapkan disiplin gaya militer dan dikecam karena dianggap berlebihan. Jenazahnya penuh luka Dalam insiden terakhir di Anhui, ibu remaja bermarga Liu tersebut, mengatakan bahwa anaknya mengalami kecanduan internet yang serius, dan dia dan suaminya tidak dapat membantu. Ia...

Korut Selipkan Pesan Anti-Amerika dalam Film Kartun Anak-anak

detiknews - Sebuah film kartun anakanak tentang sekelompok hewan yang bersahabat di sebuah hutan yang ditayangkan di televisi pemerintah Korea Utara (Korut) hadir dengan pesan antiAmerika. Bagi para penonton dari luar, film kartun produksi dalam negeri yang berjudul "Landak yang mengalahkan harimau" terlihat seperti kisah biasa: seekor landak kecil menaklukkan harimau besar yang mengganggunya dengan menggunakan bulubulu tajam serta kecerdikannya. Namun di dunia media Korea Utara yang membingungkan, tampaknya tidak ada yang terjadi secara kebetulan, dan sepertinya program tersebut disiarkan oleh televisi Korean Central Television pada jamjam anakanak menonton, sebagai pesan terhadap ketegangan yang barubaru ini terjadi antara Pyongyang dan Washington. Dalam kartun yang didasarkan pada sebuah dongeng lama ini, dikisahkan sekawanan binatang di hutan yang dipimpin oleh seekor kelinci berpita merah di lengannya berhadapan dengan seekor harimau sombong, yang mencoba men...