Skip to main content

Usai Revisi 5 Kali, Acho dan Green Pramuka Sepakat Damai

detiknews -

Setelah dilakukan revisi 5 kali atas draf kesepakatan, akhirnya kedua pihak, komika Muhadkly MT alias Acho dan pengelola Apartemen Green Pramuka, sepakat berdamai. Keduanya telah menandatangani nota kesepakatan berdamai dan akan mencabut laporan di Polda Metro Jaya.

Kesepakatan itu terjadi di kawasan Mega Kuningan sekitar pukul 17.35 WIB setelah pihak Acho menggelar konferensi pers terkait dengan kesepakatan kedua pihak. Kemudian, di tengah konferensi pers, kuasa hukum Apartemen Green Pramuka menghubungi pihak Acho untuk melakukan tindak lanjut kesepakatan.

Muhadkly Acho di Kejari Jakpus. 

Akhirnya kesempatan di antara keduanya muncul setelah tanda tangan kedua pihak menyepakati sebelas poin. Acho dan pihak apartemen Green Pramuka sepakat mencabut laporan di Polda besok.

"Ya secara formil akan dilakukan besok pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya. Sudah oke, deal dan besok akan dilakukan," kata kuasa hukum Apartemen Green Pramuka City (GPC), Muhamad Rizal Siregar, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).

Sementara itu, Acho menyambut baik tindakan yang dilakukan GPC yang menyepakati perjanjian kedua pihak. Menurutnya, kesepakatan ini akan mencabut laporan di Polda.

"Di tengah presscon, Bang Tomson mendapatkan pesan singkat menyatakan bahwa mereka akhirnya mau mengikuti komitmen yang disepakati diawal. Sebagai pihak yang ingin menunjukkan hal baik kita tidak mau gengsigengsian kalau memang mereka serius mereka mau mengikuti kesepakatan yang disepakati diawal, ya udah kita tungguin. Akhirnya mereka datang dan kita cek lagi sudah sesuai nih," kata Acho.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum Acho, Tomson Situmeang, mengatakan akan segera ke Kejari Jakarta Pusat jika pihak Green Pramuka telah mencabut laporan di Polda. Hal itu bertujuan agar jaksa penuntut umum Kejari Jakpus tidak melimpahkan perkara tersebut ke pengadilan.

Acho dan Apartemen Green Pramuka sepakat berdamai.

"Mudahmudahan setelah mencabut itu ke penyidik Polda mereka segera memberitahukan perdamaian ini ke Kejari Jakpus, kami juga supaya perkara ini tidak dilimpahkan dulu," imbuhnya.

Awalnya, kesepakatan itu berakhir buntu karena ada dua poin yang dirasa Acho keberatan, yakni meminta maaf dan menulis klarifikasi di Twitter/blognya. Kedua, Acho diharuskan menyampaikan klarifikasi secara terbuka terkait katakata atau kalimat yang merugikan PT Duta Paramindo Sejahtera dan PT Mitra Investama Perdana yang terdapat dalam konten blog/Twitter yang ditulisnya.

Dalam kesepakatan ini, akhirnya GPC sepakat menghapus katakata mengharuskan Acho meminta maaf di blog/Twitternya. Serta menghapus katakata kalimat yang merugikan, menjadi menyampaikan klarifikasi secara terbuka sehingga dapat memulihkan kembali kredibilitas PT Duta Paramindo Sejahtera dan PT Mitra Investama Perdana.

Diketahui, kasus ini telah dilimpahkan ke Kejari Jakpus dan telah dinyatakan lengkap atau P21. Kejaksaan mengaku sedang mengkaji apakah perkara tersebut layak atau tidak dilimpahkan ke pengadilan.

Comments

Popular posts from this blog

Seorang Pria Jatuh dari Lantai 5 Tunjungan Plaza 1 Surabaya

detiknews - Surabaya - Seorang pria tewas setelah jatuh dari lantai 5 Tunjungan Plaza (TP) 1. Belum diketahui identitas pria tersebut. "Kami mendapat laporan peristiwa itu pukul 21.30 WIB," ujar Kapolsek Tegalsari Kompol David Triyo Prasojo kepada wartawan di lokasi, Kamis (19/10/2017). David mengatakan, pria tersebut terjun dari lokasi parkir yang ada di lantai 5 TP 1. Pria tersebut ditemukan dalam keadaan telentang oleh saksi yakni security TP, Budi Harianto. Budi juga yang pertama kali mendengar ada suara benda jatuh yang ternyata adalah pria itu. Tidak ada darah di tempat pria itu jatuh. Diduga pria tersebut jatuh dengan kaki terlebih dahulu menyentuh tanah. Indikasi itu terlihat dari tulang pinggul pria itu yang patah. Selain itu mata kaki kanan dan siku tangan kiri juga patah. "Kami tak menemukan identitas pada diri pria tersebut," tandas David. (iwd/bdh)

Pria yang Jatuh dari Lantai 5 Tunjungan Plaza 1 Diduga Bunuh Diri

detiknews - Surabaya - Seorang pria tewas setelah terjatuh dari lantai 5 Tunjungan Plaza (TP) 1 Surabaya. Pria yang identitasnya belum diketahui itu diduga bunuh diri. "Korban diduga bunuh diri," ujar Kapolsek Tegalsari Kompol David Triyo Prasojo kepada wartawan di lokasi, Kamis (19/10/2017). Bunuh diri menjadi dugaan karena tidak ada saksi mata yang mengetahui langsung pria tersebut meloncat dari lantai atas. Security TP, Budi Harianto, hanya mendengar suara benda jatuh yang ternyata adalah tubuh pria itu. Dari informasi yang dihimpun, indikasi bahwa kejadian tersebut merupakan bunuh diri adalah ditemukannya sepasang sandal di parkiran lantai 5 TP 1. Dari lokasi parkir itulah pria tersebut terjun bebas. Dan diduga sandal tersebut adalah sandal pria itu. Indikasi lainnya adalah telapak kaki pria itu berwarna putih saat ditemukan. Warna putih itu diduga adalah kapur atau cat kering. Diduga pria itu sempat memanjat tembok atau pagar di lantai atas TP 1 sebelum melakuk...

Pasangan Khofifah Diumumkan November Mendatang

detiknews - Surabaya - Calon pasangan bakal calon gubenur Jatim Khofifah Indar Parawansa akan diketahui pertengan Bulan November 2017. Sudah ada 8 nama yang salah satunya akan dipilih untuk mendampingi Khofifah. "Kita tidak boleh tergesa-gesa dan lambat. Kalau tergesa-gesa itu dari syaiton (setan) hasilnya. Tapi kalau lambat, juga tidak boleh.," jelas KH. Asep Syaifuddin Chalim kepada wartawan usai pertemuan kiai-kiai yang tergabung tim 17 di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Wonocolo, Surabaya, Kamis (19/10/2017) malam. Tim 17 malam yang diikuti KH. Sholahudin Wahid, KH. Asep Syaifuddin Chalim, KH. Hisyam Safaat, KH. Suyuti Toha, KH. Yusuf Nuris, KH. Afifudin Muhajir, KH. Mas Mansur, KH. Mutam Muchtar, KH. Yazid Karimullah, KH. Wahid Badrus, Choirul Anam, dan yang lainnya ini mengadakan pertemuan untuk menjaring 8 nama bakal calon Wakil Gubernur Jawa Timur untuk Khofifah. Kiai Asep merahasiakan nama delapan nama yang terdiri dari unsur birokrasi,...