Skip to main content

Posts

Keris-Tombak Disita KPK, Dirjen Hubla: Itu untuk Perang Baratayuda

detiknews - Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) nonaktif Antonius Tonny Budiono mengatakan bila keris dan tombak yang disita KPK bukanlah gratifikasi. Tonny menyebut bila benda-benda itu adalah koleksinya."Bukan, bukan (gratifikasi)," kata Tonny usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017).Tonny pun menjelaskan soal benda-benda itu. Menurutnya, benda itu adalah milik pribadi yang dikoleksi."Ini saya jelasin. Saya itu anak Alas Roban. Kalau masalah keris itu milik pribadi saya, milik pribadi kok gratifikasi. Itu untuk Perang Baratayuda," kata Tonny sedikit bercanda.Selain itu, Tonny enggan menjelaskan tentang mafia di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang sempat disebutnya. "Nanti deh kalau sudah masuk perkara ya. Nggak boleh, nggak boleh. Nanti bisa jadi pencemaran nama baik. Saya nggak mau," kata Tonny sembari masuk ke dalam mobil tahanan.Pada pemeriksaan …
Recent posts

Idul Adha, Omzet Penjual Domba di Garut Turun

detiknews - Garut - Sejumlah pedagang domba di Garut mengaku omzet penjualannya turun bertepatan momen Idul Adha 2017. Rendahnya minat warga untuk mengonsumsi daging domba menjadi penyebab.Ujang (38), salah seorang pedagang domba yang berjualan di kawasan Jalan Pasir Muncang, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jabar, mengaku dagangannya sepi peminat. "Dari tahun ke tahun memang terus turun penjualannya. Warga yang kurban di Garut kebanyakan milih sapi," kata Ujang di lapak dagangnya, Jumat (1/9/2017).Ujang menjelaskan bau amis pada daging domba membuat masyarakat kurang tertarik untuk kurban domba. "Padahal itu gimana cara menyembelihnya. Kalau motongnya benar pasti enggak akan bau," ujar Ujang.Dari sekitar 18 domba yang Ujang bawa, kini masih tersisa sekitar 9 domba yang belum laku terjual."Sekarang cuman dapat laba satu juta rupiah dari domba yang laku, biasanya dapat sekitar 5-7 juta rupiah. Memang kalau di bawa ke luar daerah, d…

Di Banjarnegara, Petugas Temukan Cacing Hati pada Hewan Kurban

detiknews - Banjarnegara - Hari pertama Idul Adha, cacing hati masih ditemukan saat pemotongan hewan kurban di beberapa di tempat penyembelihan di Banjarnegara. Petugas yang mengetahui temuan tersebut meminta kepada mesyarakat agar membuang dan menimbunnya agar tak menimbulkan penyakit. Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Banjarnegara, Herrina Indri meminta kepada masyarakat agar lebih hati-hati saat memasak hewan kurban, terutama organ hati. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukannya, masih ditemukan pada organ hati hewan kurban penyakit cacing hati."Sebaiknya apabila sudah jelas ditemukan cacing, jangan dikonsumsi. Dibuang atau ditimbun. Karena meski dimasak dengan suhu tinggi tetap tidak mati," tandasnya, di sela-sela pemeriksaan, Jumat (1/9/2017). Apalagi, lanjut dia masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan cacing hati di organ hewan kurban. Efek mengonsumsi cacing hati, awalnya tidak terasa…

Pelaku Pembuangan Sampah di Wonosobo Terancam Denda Rp 50 Juta

detiknews - Wonosobo - Pembuang sampah di hulu Sungai Bogowonto, Desa Pecekelan Kecamatan Sapuran, Wonosobo terancam denda Rp 50 juta. Sebab pelaku melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Wonosobo Nomor 2 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Kententraman Masyarakat.Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonosobo, Haryono, Jumat (1/9/2017). Menurutnya, dengan membuang sampah di sungai dapat mencemari lingkungan dan mengganggu warga lainnya."Kami sudah melihat ke lokasi pembuangan sampah, yakni di jembatan di Desa Pecekelan atau di jalur alternatif Wonosobo-Magelang," tuturnya.Saat ini, ia masih mendalami pelaku pembuangan sampah tersebut. Pihaknya juga akan melakukan uji laboratorium tentang sampah yang dibuang ke Sungai Bogowonto. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampah tersebut mengandung racun atau tidak."Tetapi, baik mengandung racun atau tidak, warga yang membuang sampah di s…

Ganjar Apresiasi Penanganan Rob di Pekalongan

detiknews - Pekalongan - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi langkah-langkah Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dalam mengatasi masalah rob. Dengan biaya yang murah, rob bisa ditangani. Hal tersebut disampaikan Ganjar Pranowo saat mengunjungi hasil pembangunan tanggul penanganan rob di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Pekalongan, Jumat (1/9/2017)."Ternyata hanya dengan biaya sangat kecil dan gotong royong dengan TNI, warga dan pemda serta teknologi sederhana, bisa berhenti. Suatu yang sangat baik," kata Ganjar.Menurut Ganjar, dengan penanganan seperti ini, tidak terlalu memakan biaya mahal dan efektif. Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi saat mendampingi Ganjar menjelaskan, untuk pembangunan tanggul ini pihaknya menggunakan dana APBD murni, sebesar Rp 2,4 miliar dengan kerjasama warga, TNI dan pemkab. Penanganan rob di wilayahnya takan terintegrasi dengan program pengananan rob yang telah diusulkan ke pemerintah pusat."Ada RR atau Rehab…

21 Hewan Kurban di Kota Yogya Terjangkit Cacing Hati

detiknews - Yogyakarta - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya mencatat, hari ini hiingga pukul 13.00 WIB menemukan 21 hewan kurban terjangkit cacing hati. Sebanyak 21 hewan jenis sapi ini ditemukan di beberapa kecamatan.Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto mengatakan, temuan ini ada yang terkena cacing hati total dan ada yang parsial. Untuk temuan cacing hati yang total maka hati hewan kurban tersebut secara utuh harus dibuang. Sedangkan yang persial bisa disiasati dibuang sebagian dan sebagian lagi tidak."Data yang diterima sampai pukul 13.00 WIB ada 21 temuan cacing hati di Kota Yogya. Yang kena (cacing hati) total, kami sarankan hatinya utuh dikubur, tidak dibuang ke sungai," kata Sugeng saat ditemui di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), Giwangan, Umbulharjo, Jumat (1/9/2017). Sugeng mengatakan temuan itu diantaranya di Kecamatan Umbulharjo sebanyak 13 sapi, Pakualaman 4 sapi, Wirobrajan 2 sapi dan Ngampilan 2 sa…

Korban Tewas Kecelakaan Bus PO Indonesia jadi 5 Orang

detiknews - Kudus - Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Lingkar Selatan Kudus bertambah menjadi lima orang. Kecelakaan akibat Bus PO Indonesia kehilangan kendali dan menabrak 10 kendaraan lain yang berhenti di traffic light.Kelima korban meninggal dunia adalah Edi Handoko (36) warga Wates, Kecamataan Undaan, Kudus, Sri Mulyaningsih (40) warga Wates Undaan,Kudus, Joko Purnomo warga Jetis Kapuan, Jati. Selanjutnya Falik (30) warga Besito, Gebog, Kudus dan Kartini, warga Kalirejo, Undaan Kudus. Selain itu juga mengakibatkan 43 orang luka-luka dan menjalani pertawan di dua rumah sakit di Kudus.Kapolres Kudus, AKBP Agusman Burning menyampaikan setelah melakukan pendataan, korban meninggal dunia menjadi lima orang, dari jumlah sebelumnya hanya empat orang."Data saat ini jumlah korban meninggal bertambah menjadi lima orang," kata Agusman, Jumat (1/9/2017).Saat ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga korban. Sebagian besar …