Skip to main content

Posts

Balon Gubernur Jateng Sambangi Ponpes At Tauhidiyah Tegal

detiknews - Tegal - Salah satu bakal calon Gubernur Jawa Tengah, Ferry Juliantoro mulai mendatangi ulama di Kabupaten Tegal. Wakil Ketua DPP Gerindra akan maju dalam pilkada Jateng 2018 itu menyambangi Pondok Pesantren At Tauhidiyah, Desa Kaligayam, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Dia bersilaturahmi dengan Kiai Ahmad, pengasuh pondok pesantren tersebut. Ferry datang untuk meminta restu Kiai Ahmad.Ferry didampingi pengurus Partai Gerindra lainnya datang saat ada pengajian rutin yang digelar Ponpes At Tauhidiyah. Kepada Kiai Ahmad, Ferry menyampaikan rencananya untuk ikut Pilkada Jawa Tengah 2018. "Minta arahan dan petunjuk dari Pak Kiai Ahmad sebelum melangkah jauh. Saya merasa harus menemui Pak Kiai untuk memohon restu dan petunjuk," kata Ferry. Ferry pun melaporkan bila dirinya sebelumnya telah sowan kepada KH. Maemoen Zubair, di Rembang.Ferry dan Kiai Ahmad berbincang akrab. Ferry banyak bercerita, termasuk tentang namanya yang masuk menjad…
Recent posts

Pawai Ribuan Obor di Batang Membentuk Angka 72

detiknews - batang - Beragam kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-72. Di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Sabtu malam (12/08/2017) hingga Minggu dini hari digelar pawai ribuan obor dan pesta kembang api. Ribuan obor ini, membentuk konfigurasi angka 72 yang melambangkan tujuh puluh dua tahun Indonesia merdeka.Pawai obor ini melibatkan 6.200 peserta pawai obor dari seluruh masyarakat di Kecamatan Wonotunggal. Sebelum menuju titik konfigurasi di lapangan Wonotunggal, mereka melakukan jalan kaki sejauh satu kilometer."Jalan kaki dengan menggunakan obor ini, bertujuan untuk mengenang masa perjuangan dahulu, obor merupakan saksi bisu perjuangan para pahlawan melawan penjajahan," jelas Dwi Riyanto, Camat Wonotunggal.Selin membawa obor, warga masyarakat di Kecamatan Wonotunggal baik tua atau muda, melakukan jalan kaki sepanjang 1 km sembari menyanyikan lagu-lagu perjuangan."Ini baru pertama k…

Nenek Manisah, Hidup Sebatangkara Ditemani 7 Ekor Ayam

detiknews - Banjarnegara - Nenek Manisah (63) warga Kelurahan Kuta Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara hidup sebatangkara. Dia hidup seorang diri di rumahnya yang jauh dari layak, semenjak ditinggal suami 4 tahun lalu.Sehari-hari dia mencari atau memulung sampah-sampah plastik untuk dijual kepada pengepul. Di rumahnya dia hanya ditemani 7 ekor ayam peliharaan yang sekaligus harta simpanannya.Rumahnya seluas 15 meter persegi itu terbuat dari dinding kayu dan sederhana sekali. Rumah hanya berlantai tanah yang tampak pengap dan sempit. Bagian atap sudah miring dan harus disangga dengan kayu. Di rumah itu, Manisah tinggal bersama 7 ekor ayam peliharaanya. Ayam-ayam itu menjadi harta andalannya jika memerlukan kebutuhan mendesak.Pekerjaan sehari-hari mencari sampah plastik di pinggiran kota. Hasil mencari sampih plastik tidak seberapa. Manisah mengaku, tidak setiap hari mendapat penghasilan dari memungut sampah pl…

Jelang Idul Adha, Brebes Waspadai Ternak Asal Luar Daerah

detiknews - Brebes - Menjelang hari raya Idul Adha, lalu-lintas ternak antar daerah meningkat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes mewaspadai hewan ternak dari luar daerah yang dijual di sejumlah pasar hewan.Hal ini dilakukan agar tidak ada penyakit menular yang berbahaya pada hewan ternak baik sapi maupun kambing. Untuk mengatasi hal itu, sejumlah petugas di terjunkan untuk memantau lalu-lintas ternak di sejumlah pasar di Brebes.Salah satu pasar hewan yang menjadi sasaran pemeriksaan kesehatan adalah pasar hewan di Kecamatan Bumiayu. Pemeriksaan dan pengawasan dilakukan untuk memastikan ternak sapi dan hewan lain yang dijual di pasar hewan tidak terkena penyakit dan layak untuk kurban. Selain memeriksa, petugas juga memberikan vitamin agar sapi kurban benar benar sehat hingga pelaksanaan hari raya kurban nanti.Pasar hewan Bumiayu menjadi target pemeriksaan karena tidak sedikit hewan kurban dari daerah lain yang masuk ke pasar tersebut. …

Diduga Menipu, Empat Warga Iran Diamankan Polisi

detiknews - Pati Empat orang berstatus warga negara Iran diamankan Kepolisian Resor (Polres) Pati, Jawa Tengah. Mereka diduga melakukan penipuan.Mereka ditangkap pada hari Minggu (13/8/2017) pukul 04.00 WIB di sebuah hotel di Kabupaten Rembang. Mereka melakukan penipuan di Kecamatan Juwana, Pati.Empat orang pelaku itu terdiri dari tiga orang pria dan satu orang wanita. Mereka diantaranya berinisial Bz (52), Fz (31), Fd (26), dan Zh (49).Dalam melancarkan aksinya, para pelaku mendatangi sejumlah toko handphone di sekitar Juwana, Pati. Diduga, pelaku menggunakan cara hipnotis untuk menggasak sejumlah barang berharga milik korban.Kanit Reskrim Polsek Juwana, Iptu Suwarno mengatakan ada dua orang yang melapor menjadi korban atas tindakan kawanan pelaku tersebut. Total kerugian senilai Rp 21 juta."Korban pertama yakni Adi Sulistya pemilik konter HP Pusat Phone di Desa Pajeksan, Kecamatan Juwana mengalami kerugian sekira Rp 5 juta, dan korban kedua yaitu Kasmijah di Pasar Porda Juwana …

3 Juta Pemilih di Jabar Belum Punya e-KTP, KPU: Ini Potensi Masalah

detiknews - Bandung Jelang Pilgub Jabar 2018, masih ada jutaan penduduk yang belum memiliki KTP elektronik. Hal ini tentu berpotensi menjadi masalah bila pemerintah provinsi, kabupaten dan kota tidak segera menyelesaikannya.Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan dari data yang diterimanya, ada sekitar tiga juta penduduk yang memiliki hak pilih namun belum memiliki KTP elektronik."Data dari Disdukcapil masih ada 3 juta warga yang belum (memiliki KTP elektronik). Ini kan potensi masalah. Harus segera akselerasi," kata Yayat, saat dihubungi, Mingu (13/8/2017).Yayat melanjutkan para pemilih memang dibolehkan untuk menggunakan surat keterangan (Suket) yang dikeluarkan Disdukcapil setempat sebagai pengganti KTP elektronik. Namun pembuatan Suket ini bisa menyulitkan masyarakat. Terutama warga yang rumahnya jauh dari pusat pemerintahan.Di sisa waktu yang masih cukup lama, pihaknya meminta supaya pemerintah bisa mengakselerasi pembuatan dan perekaman KTP elektronik ini. Sehing…

Sering Diejek, Bocah Tanpa Anus ini Tidak Mau Sekolah

detiknews - Brebes Seorang pelajar SD kelas tiga di Brebes, Anton Rayhan Maulana (11) yang hidup dengan anus buatan tidak mau bersekolah lagi. Pasalnya beberapa temannya sering mengejeknya sehingga membuat malu atau minder.Siswa asal Desa Jagapura, Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini terpaksa keluar dari sekolah. Orang tua mengaku kasihan melihat kondisi anaknya..Saat ini Rayhan hanya menghabiskan waktunya di rumah bersama orang tua. Dia tidak mau bersekolah karena minder tidak memiliki anus. Sejak lahir, dokter membuatkan anus buatan di bagian perut untuk mengeluarkan kotoran. Karena sering diejek teman sekolah, Rayhan memutuskan keluar dari sekolah.Ibu Rayhan, Rodiyah menjelaskan, anaknya hidup dengan anus buatan di perut sejak masih bayi. Saat baru lahir, Rayhan tidak memiliki lubang dubur untuk keluarnya kotoran. Kotoran bayi saat itu keluar melalui mulut. Tim dokter yang menangani kemudian melakukan operasi dengan membuat anus buatan pada bagian perut.Tim dokter menyaranka…