Skip to main content

Posts

Pengungsi Suriah Langsung Dapat Visa ke Australia

detiknews - Canberra - Pemerintah Australia mulai menerapkan uji coba pemberian visa gratis bagi beberapa pengungsi asal Suriah dan keluarganya, dimana mereka tidak harus membayar biaya pemrosesan visa.Para pengungsi in harus terlebih dahulu mendapat sponsor dari bisnis yang berada di Australia dan memenuhi kriteria memiliki ketrampilan dan juga pemeriksaan berkelakuan baik.Pemerintah Australia sudah mengujicobakan hal ini dengan menerima 10 keluarga dan mereka tidak harus membayar biaya pemrosesan visa yang bisa mencapai $ 75 ribu (sekitar Rp 750 juta).Seorang spesialis IT tamatan universitas Derar Alkhateeb, istrinya Tuqa dan anak mereka yang berusia satu tahun Hamza menjadi kelompok pertama yang diterima lewat cara ini."Saya cemas namun juga senang. Saya kra kami beruntung mendapatkan kesempatan ini." kata Alkhateeb kepada ABC."Apa yang harus saya ketahui mengenai Australia ?"Dia tertawa dan tampak khawatir ketika diberitahu bahwa dia har…
Recent posts

Australia Siapkan Rp 4,2 Triliun Untuk Basmi Semut

detiknews - Canberra - Menteri-menteri federal dan negara bagian di Australia di bidang pertanian akan menghabiskan anggaran hampir $400 juta, sekitar Rp 4,2 triliun, untuk berusaha memberantas semut api.Hama yang berpotensi mematikan ini telah melanda kawasan Queensland tenggara. Ada kekhawatiran hama ini juga akan dapat menyebar ke seluruh Australia.Pemerintah Queensland bertanggung jawab untuk memberantas hama semut api, namun sebelumnya, sejumlah pakar hama mengungkapkan keraguan mereka akan kapasitas negara bagian Queensland untuk melakukannya.Pemerintah federal Australia telah memberitahu otoritas biosekuriti Queensland dan akan membentuk sebuah komite baru untuk mengawasi upaya pemusnahan ini. Komite baru ini nantinya akan diawasi oleh dewan independen"Saya mendesak Pemerintah Queensland untuk sekarang juga melakukan tindakan pemberantasan hama yang berbahaya, dan memastikan investasi digunakan secara bijaksana," kata Menteri Pertanian Australia, Barnab…

Rudal Balistik Korut Bisa Menjangkau Ketinggian 2.802 Km

detiknews - Pyongyang - Korea Utara (Korut) tahun ini telah meluncurkan rudal balisitik antar benua (ICBM) yang disebut mampu menjangkau hingga ketinggian 2.802 kilometer. Rudal tersebut diklaim bisa menjangkau wilayah Amerika Serikat.Seperti dilansir Reuters dan CNN, pemimpin Korut Kim Jong Un melihat langsung uji coba rudal balistik pada 4 Juli pagi waktu setempat itu. Uji coba itu berlangsung di sebuah pangkalan udara di Panghyon, yang berjarak 100 kilometer dari ibu kota Pyongyang.Televisi nasional Korut, Korean Central Television (KCTV) menyatakan uji coba rudal balistik terbaru itu diperintahkan dan diawasi langsung oleh pemimpin mereka, Kim Jong-Un. KCTV menyebut rudal itu mencapai ketinggian 2.802 kilometer, yang tertinggi sepanjang sejarah uji coba rudal Korut."Sebagai negara nuklir paling kuat dengan roket ICBM terbaik, Korea Utara akan mengakhiri ancaman perang nuklir AS dan mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," demikian ujar pe…

29 Warga Sipil Suriah Tewas Akibat Serangan Koalisi AS

detiknews - Damaskus - Serangan udara koalisi Amerika Serikat di kota Raqqa, Suriah dilaporkan menewaskan setidaknya 29 warga sipil. Di antara para korban tewas termasuk delapan anak-anak."Setidaknya delapan anak-anak termasuk di antara yang tewas," ujar Rami Abdel Rahman, direktur kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (27/7/2017).Observatory menyatakan, dengan serangan terbaru koalisi AS pada Rabu (26/7) itu, maka sejauh ini setidaknya 325 warga sipil telah tewas dalam dua bulan sejak dimulainya operasi untuk membebaskan Raqqa dari kelompok radikal ISIS. Di antara para korban tewas tersebut termasuk 51 anak-anak.AS dan koalisi telah mulai melancarkan serangan-serangan udara terhadap target-target ISIS di Suriah sejak September 2014 lalu, tanpa izin dari pemerintah Suriah maupun mandat PBB. Aliansi militer yang dipimpin AS tersebut telah berulang kali dituding menargetkan dan menewaskan war…

Perkosa dan Bunuh Bocah 3 Tahun, Pria AS Disuntik Mati

detiknews - Ohio - Otoritas negara bagian Ohio, Amerika Serikat mengeksekusi mati seorang terpidana pemerkosa dan pembunuh anak. Ini merupakan eksekusi mati pertama yang dilakukan di Ohio sejak moratorium hukuman mati di negara bagian itu tiga tahun lalu.Pihak Departemen Lembaga Pemasyarakatan Ohio menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (27/7/2017), Ronald Phillips meninggal setelah disuntik mati pada Rabu (26/7) waktu setempat. Pria berusia 43 tahun itu dinyatakan meninggal pada pukul 10.43 waktu setempat setelah proses eksekusi mati yang berlangsung 12 menit.Phillips masih berumur 19 tahun pada 1993 ketika dia dinyatakan bersalah atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang bocah perempuan berumur 3 tahun, Sheila Marie Evans yang merupakan putri kekasihnya saat itu.Sebelum disuntik mati, Phillips menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban."Untuk keluarga Evans, saya minta maaf kalian harus hidup begitu lama dengan perbuatan jahat saya. Sepanjang tahu…

Penyesalan Wanita yang Tergiur Janji Manis ISIS di Suriah

detiknews - Jakarta - Sejumlah wanita mengungkapkan penyesalan mereka pergi ke Suriah karena terbuai janji ISIS. Bayangan mereka akan hidup sejahtera dan sesuai dengan ajaran Islam sirna. Yang didapat hanyalah kekerasan dan ketakutan yang harus dihadapi setiap hari. Dalam wawancara dengan BBC, beberapa wanita mengatakan dirinya pergi ke Suriah bersama suami dan anak-anaknya. Semula ia melihat kehidupan di Suriah di bawah kepemimpinan ISIS begitu ideal dengan ajaran Islam. Salah satunya seperti yang diceritakan oleh Eman Othmani. Sebelumnya, Eman beserta suami dan anaknya tinggal di Tunisia. Ia kemudian melihat beberapa video tentang ISIS. Eman pun tertarik dan mengajak suaminya untuk bergabung dengan ISIS dan pindah ke Raqqa, Suriah. Eman bersama anak-anaknya. Foto: Screenshot Video BBC"Saya melihat video dari Suriah dengan lagu-lagu Islami. Kemudian kami melihat cara mereka menerapkan prinsip-prinsip Islam dan kami ingin tinggal di sana. Kami pergi …

Survei: Nyaris Separuh Warga Muslim AS Alami Diskriminasi

detiknews - Beberapa Muslim merayakan Idul Fitri di Pittsburgh, Pennsylvania.Hampir setengah dari warga Muslim di AS mengaku telah mengalami diskriminasi dalam setahun ke belakang, menurut studi Pew Research Center.Tigaperempatnya mengatakan bahwa terdapat "banyak" diskriminasi terhadap Muslim, sedangkan 74% menyebut Presiden Donald Trump "tidak bersahabat" kepada mereka.Pada studi serupa di tahun 2011, 64% menilai Presiden Barack Obama "bersahabat" kepada mereka.Riset tersebut juga menunjukkan bahwa Muslim di AS menjadi semakin liberal secara sosial.Bagian yang berpendapat masyarakat harus menerima homoseksualitas telah meningkat hampir dua kali lipat.Para peneliti mewawancarai 1.001 Muslim AS lewat sambungan telepon. Mereka menyatakan bahwa responden yang dipilih merupakan sampel representatif.Lebih banyak diskriminasi tapi juga dukunganSetengah dari responden mengatakan hidup sebagai Muslim di AS telah menjadi semakin sulit dalam beberapa tahun terakhi…