
Dalam setiap aksinya, Bagong dibantu oleh Permana (23) alias Teplok warga Desa Kedung Pucang, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, dan Sarengat (35) alias Kucir, warga Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Sedangkan Waryanta (44) alias Lek War warga Desa Ropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo yang juga ikut ditahan merupakan penadah.
Bagong mengaku bahwa niatnya mencuri adalah untuk biaya pernikahan dirinya dengan seorang gadis yang telah dipacarinya selama dua bulan. Rencananya, pernikahan itu akan dilangsungkan pada akhir Agustus ini. Namun kini pernikahan itu urung dilaksanakan lantaran Bagong dibekuk polisi terkait aksi pencurian sepeda motor.
"Duitnya untuk nikah mas, kami udah pacaran dua bulan" tutur Bagong kepada detik.com Jumat (25/08/17).
Pelaku menambahkan jika aksi pencurian yang dibantu oleh ketiga rekannya itu baru berlangsung sekitar seminggu. Selama seminggu, para pelaku berhasil menggondol 3 unit sepeda motor. Rata-rata korbannya adalah pengendara yang memarkir kendaraanya di pinggir jalan dan ditinggal untuk berbelanja.
"Kalau di dalam rumah belum pernah mas, rata-rata di pinggir jalan, itu pas orangnya belanja biasanya," imbuh Bagong.
Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo mengungkapkan bahwa dalam melakukan pencurian tersebut, pelaku menggunakan gunting stainless yang sudah dimodifikasi untuk mencongkel kontak motor, sehingga dalam hitungan kurang dari satu menit, sepeda motor korban berhasil dibawa kabur oleh pelaku.
Satrio menambahkan bahwa penangkapan para pelaku merupakan hasil dari operasi Jaran Candi 2017 yang dilaksanakan jajaran petugas Polres Purworejo selama 20 hari.
"Jadi dari operasi itu, kami kembangkan sehingga berhasil kami tangkap 3 pelaku curanmor dan 1 penadah," kata Satrio.
Meskipun komplotan itu hanya mengaku telah membawa kabur 3 unit sepeda motor, namun dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 unit sepeda motor dan STNK.
Kapolres juga menghimbau bagi warga yang merasa kehilangan sepeda motor tersebut diharapkan segera melapor ke Mapolres Purworejo.
Pelaku sendiri bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (sip/sip)
Comments
Post a Comment