Skip to main content

Rekam Mahasiswinya, Profesor di Australia Didenda Rp 70 juta

detiknews - Darwin -

Profesor Michael John Lawes, dosen ilmu alam pada Universitas Charles Darwin, Australia, divonis dengan hukuman denda sebesar $AUS 7.700 (Rp 70 juta lebih) karena terbukti merekam salah satu mahasiswinya yang telanjang di kamar mandi.

Prof Lawes (54 tahun) mengaku bersalah telah menginstal, menggunakan dan memelihara perangkat kamera tersembunyi.

Mahasiswi tersebut sedang mandi saat melihat sebuah kamera kecil yang tersembunyi dalam alarm asap. Mahasiswi ini tinggal di flat milik sang profesor saat melakukan penelitian bulan Februari lalu.

"Pelaku menggunakan teknologi untuk menyerang privasi korban," kata Hakim Greg Macdonald yang memimpin persidangan di Pengadilan Kota Darwin.

Pelanggaran kepercayaan

Hakim Macdonald mengatakan bahwa kejahatan tersebut melibatkan niat, perencanaan dan pelanggaran kepercayaan.

"Terdakwa adalah supervisor korban di studi PhDnya, mentor dan gurunya," kata Hakim Macdonald.

"Penyalahgunaan itu melibatkan komponen seksual, kepuasan diri dan unsur kepuasan seksual saat melihat orang telanjang (voyeurisme)," jelasnya.

Prof. Lawes juga dijatuhi hukuman membayar jaminan berkelakuan baik selama 12 bulan sebesar $AUS 1.500.

Reputasi berantakan

Pengacara terdakwa sebelumnya mengajukan permohonan agar Lawes untuk mendapatkan catatan kriminal namun Hakim Macdonald menolak permintaan ini.

Namun dia mengatakan Lawes kemungkinan kecil akan mengulangi perbuatannya. Hakim juga memuji keputusan terdakwa untuk langsung mengaku bersalah pada kesempatan pertama.

"Reputasi pribadi dan profesionalnya telah berantakan," katanya.

Rekan-rekan korban yang menghadiri sidang kasus dosen Charles Darwin University Professor Michael Lawes. (ABC News: Avani Dias)

"Dia tidak mungkin mendapatkan pekerjaan lagi di dunia akademik. Saya menerima sembilan referensi yang mengatakan bahwa pelaku adalah orang baik," katanya.

"Mereka menyebutkan kontribusi yang diberikan kepada dunia akademis, mahasiswa dan masyarakat," kata Hakim Macdonald.

Sejumlah rekan korban turut menghadiri persidangan di pengadilan.

Titik rendah

Dalam persidangan diungkapkan bahwa perbuatan Prof Lawes itu terjadi saat berada pada titik terendah dalam hidupnya.

"Itu merupakan titik yang sangat rendah secara fisiologis dan psikologis," kata Hakim MacDonald. "Dia dalam keadaan berubah karena depresi."

Lawes mengundurkan diri dari Charles Darwin University dan dalam persidangan disebutkan bahwa dia juga akan meninggalkan Kota Darwin.

"Dia malu dengan tindakannya dan menyesal atas apa yang telah dilakukannya," kata Hakim MacDonald.

Perbuatan Prof Lawes itu menurut aturan hukum diancam hukuman maksimal dua tahun penjara atau denda lebih dari $AUS 37.000.

Diterbitkan Selasa 15 Agustus 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari berita ABC News di sini.

(ita/ita)

Comments

Popular posts from this blog

Seorang Pria Jatuh dari Lantai 5 Tunjungan Plaza 1 Surabaya

detiknews - Surabaya - Seorang pria tewas setelah jatuh dari lantai 5 Tunjungan Plaza (TP) 1. Belum diketahui identitas pria tersebut. "Kami mendapat laporan peristiwa itu pukul 21.30 WIB," ujar Kapolsek Tegalsari Kompol David Triyo Prasojo kepada wartawan di lokasi, Kamis (19/10/2017). David mengatakan, pria tersebut terjun dari lokasi parkir yang ada di lantai 5 TP 1. Pria tersebut ditemukan dalam keadaan telentang oleh saksi yakni security TP, Budi Harianto. Budi juga yang pertama kali mendengar ada suara benda jatuh yang ternyata adalah pria itu. Tidak ada darah di tempat pria itu jatuh. Diduga pria tersebut jatuh dengan kaki terlebih dahulu menyentuh tanah. Indikasi itu terlihat dari tulang pinggul pria itu yang patah. Selain itu mata kaki kanan dan siku tangan kiri juga patah. "Kami tak menemukan identitas pada diri pria tersebut," tandas David. (iwd/bdh)

Kebakaran Hutan Tewaskan 41 Orang, Mendagri Portugal Mundur

detiknews - Lisbon - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Portugal, Constanca Urbano de Sousa, mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri ini terkait kebakaran hutan yang melanda wilayah Portugal dalam beberapa bulan terakhir, termasuk kebakaran hutan terbaru yang menewaskan 41 orang. Seperti dilansir Reuters, Rabu (18/10/2017), ratusan titik api muncul di wilayah Portugal bagian utara dan tengah sejak Minggu (15/10) lalu. Sedikitnya 41 orang tewas akibat kebakaran hutan dahsyat yang terjadi setelah Portugal dilanda musim panas paling kering dalam 90 tahun terakhir. Kebakaran meluas dengan cepat karena adanya angin kencang dari Atlantik yang dibawa Badai Ophelia yang menerjang wilayah Inggris dan Irlandia, yang berada di utara Portugal. Petugas pemadam kebakaran kewalahan dalam memadamkan kobaran api. Demikian juga dengan petugas penyelamat yang berjibaku mengevakuasi warga. Pada Juni lalu, kebakaran hutan yang melanda Portugal menewaskan 64 orang. Jika ditotal, seti...

Sambut HUT ke-72 RI, GOW Surabaya Lomba Buat Tumpeng Polo Pendem

detiknews - Surabaya - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Surabaya menggelar beragam perlombaan dalam rangka memperingati HUT ke 72 Republik Indonesia. Diantaranya, menyusun tumpeng dari polo pendem, hingga lomba makeup tanpa kaca rias. "Kegiatan ini selain untuk menyemarakan kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 72 tahun. Juga untuk menjalin kekompakkan sesama anggota GOW yang bersal dari organisasi wanita lintas keprofesian," kata Ketua GOW Surabaya Asrilia Kurniati di lokasi acara di gedung Wanita, Kalibokor, Surabaya, Selasa (15/8/2017). Istri anggota DPR RI Bambang Haryo ini menerangkan, ada beragam perlombaa untuk anggota GOW. Seperti lomba menyusun tumpeng dari polo pendem-makanan tradisional Jawa yang diambil dari dalam tanah seperti, ketela pohon, ketela rambat (telo), talas (mbote), bentol, kacang tanah. "Ini juga salah satu bentuk promosi dan sosialisasi makanan alternatif selain beras kepada remaja-remaja Indonesia, yang kini lebih ...